Jumat, 12 Juni 2026

 

Analisa Pasar Modal Indonesia (IHSG), Jumat 12 Juni 2026. Pukul 11.00 (oleh Jerry Sumampouw, Technical Analyst).

Pergerakan IHSG dari awal tahun 2026 hingga bulan Juni menunjukkan downtrend dengan berbagai kombinasi penyebab. Beberapa berita/informasi yang kita ketahui menjadi penyebab adalah : 1) Informasi penurunan bobot bursa oleh MSCI; 2) Informasi penurunan rating surat hutang Indonesia oleh S&P; 3) Pelemahan nilai mata uang yang sistematis menggerus nilai/valuasi saham; 4) Transaksi asing dan FDI yang mengalami penurunan; 5) Belanja pemerintah yang besar tidak dibarengi target (pajak dan regulasi); 6) Kondisi global yang kurang mendukung (perang teluk Hormuz) menyebabkan harga minyak global naik; 7) faktor internal yang mungkin oleh investor dianggap kurang kondusif bagi investasi; 8)dll.

Dari sisi fundamental sebagaimana disebutkan di atas, sementara dari sisi teknikal analisis saya akan meninjau dari chart “mingguan” dan melihat dari faktor apa adanya, perilaku pasar sebagaimana digambarkan/tergambar. Chart mingguan menurut saya cukup kuat menggambarkan minat pasar atau tren pasar. Chart mingguan menghilangkan “noise” dari pergerakan pasar sebagaimana biasa. Profit taking dan inflow dari investor dapat terlihat pada grafik. Ketika suplai meningkat dan seller besar maka secara umum akan menyebabkan IHSG tertekan turun. Sebaliknya ketika buyer meningkat dan volumenya, maka IHSG akan terangkat naik. Secara teknikal pergerakan mingguan sudah dapat menggambarkan arah pasar.

Berikut adalah analisa saham (IHSG), analisa ini adalah pandangan pribadi saya, pengamat yang lain dapat berbeda pendapat atau asumsi terhadap pergerakan IHSG. Tulisan ini hanyalah untuk semata-mata analisa, bukan ajakan menjual atau membeli saham. Jika ada pendapat yang berbeda, silahkan disampaikan dengan cara-cara baik tentunya. Pembahasan menurut abjad sbb:

A)     Gambar A adalah pergerakan volume transaksi di pasar modal. Penggunaan garis rata-rata 10 grafik batang (garis biru) menggambarkan perhitungan volume selama 10 minggu. Dengan ini bisa terlihat selama 7 minggu terakhir volume transaksi adalah distribusi saham (jual). Pemodal asing terlihat sangat agresif melakukan jual saham BlueChip. Hingga minggu terakhir ini terlihat recovery dengan 1 bar berwarna hijau. Hal ini menunjukkan ada aksi beli investor, namun masih di bawah dari garis biru, artinya pembelian masih terbatas (kita cek di saat tutup bursa sore nanti);

B)      Pada grafik terlihat minggu ini muncul 1 bar panjang (piercing candle/bullish candle). Secara teknikal digambarkan ini indikasi bullish. Cukup mendukung grafik batang di huruf A. Namun tetap hati-hati, kita perhatikan selanjutnya.;

C)      Pada huruf C terlihat ada satu kotak kosong, dan ulasan berwarna biru. Ini adalah resistensi kuat yang harus ditutup segera jika bullish candle (huruf B) valid.

D)     Garis kuning huruf D adalah garis resistensi yang menunjukkan posisi bearish kuat dengan tahanan juga di titik C. Tahanan ini menjadikan posisi/level IHSG 6900-7000 adalah krucial dan dapat mengubah sentimen pasar yang bearish menjadi normal.

E)      Grafik E adalah tampilan MACD, dengan grafik jauh di bawah nol menunjukkan pasar masih sangat bearish. Secara teknikal dengan grafik ini belum menunjukkan potensi “bottom” yang sesungguhnya. Pasar masih mungkin menguji resistensi di C dan D /kembali profit taking dan melakukan test support terakhir IHSG di 5500. Untuk mengetahui kekuatan pasar maka posisi C dan D semestinya ditutup terlebih dahulu (segera). Penutupan ini akan membalikkan investor yang sedang menunggu untuk masuk pasar.

Kesimpulan:

  • -          Secara umum pasar masih bearish (downtrend) dengan indikasi pembalikan (bullish reversal)
  • -          Pasar masih menunggu prospek ekonomi fundamental atau isue terkait politik. IHSG rentan dengan isue politis.
  • -          Kebijakan ekonomi seperti repatriasi ekspor dll masih dilihat efektifitasnya ke depan.
  • -          Titik C dan D menjadi poin penting bagi investor menilai pergerakan ke depan.

  

Berikut grafik pergerakan IHSG.

Analisa Pasar Modal Indonesia (IHSG), Jumat 12 Juni 2026. Pukul 11.00 (oleh Jerry Sumampouw, Technical Analyst).

Pergerakan IHSG dari awal tahun 2026 hingga bulan Juni menunjukkan downtrend dengan berbagai kombinasi penyebab. Beberapa berita/informasi yang kita ketahui menjadi penyebab adalah : 1) Informasi penurunan bobot bursa oleh MSCI; 2) Informasi penurunan rating surat hutang Indonesia oleh S&P; 3) Pelemahan nilai mata uang yang sistematis menggerus nilai/valuasi saham; 4) Transaksi asing dan FDI yang mengalami penurunan; 5) Belanja pemerintah yang besar tidak dibarengi target (pajak dan regulasi); 6) Kondisi global yang kurang mendukung (perang teluk Hormuz) menyebabkan harga minyak global naik; 7) faktor internal yang mungkin oleh investor dianggap kurang kondusif bagi investasi; 8)dll.

Dari sisi fundamental sebagaimana disebutkan di atas, sementara dari sisi teknikal analisis saya akan meninjau dari chart “mingguan” dan melihat dari faktor apa adanya, perilaku pasar sebagaimana digambarkan/tergambar. Chart mingguan menurut saya cukup kuat menggambarkan minat pasar atau tren pasar. Chart mingguan menghilangkan “noise” dari pergerakan pasar sebagaimana biasa. Profit taking dan inflow dari investor dapat terlihat pada grafik. Ketika suplai meningkat dan seller besar maka secara umum akan menyebabkan IHSG tertekan turun. Sebaliknya ketika buyer meningkat dan volumenya, maka IHSG akan terangkat naik. Secara teknikal pergerakan mingguan sudah dapat menggambarkan arah pasar.

Berikut adalah analisa saham (IHSG), analisa ini adalah pandangan pribadi saya, pengamat yang lain dapat berbeda pendapat atau asumsi terhadap pergerakan IHSG. Tulisan ini hanyalah untuk semata-mata analisa, bukan ajakan menjual atau membeli saham. Jika ada pendapat yang berbeda, silahkan disampaikan dengan cara-cara baik tentunya. Pembahasan menurut abjad sbb:

A)     Gambar A adalah pergerakan volume transaksi di pasar modal. Penggunaan garis rata-rata 10 grafik batang (garis biru) menggambarkan perhitungan volume selama 10 minggu. Dengan ini bisa terlihat selama 7 minggu terakhir volume transaksi adalah distribusi saham (jual). Pemodal asing terlihat sangat agresif melakukan jual saham BlueChip. Hingga minggu terakhir ini terlihat recovery dengan 1 bar berwarna hijau. Hal ini menunjukkan ada aksi beli investor, namun masih di bawah dari garis biru, artinya pembelian masih terbatas (kita cek di saat tutup bursa sore nanti);

B)      Pada grafik terlihat minggu ini muncul 1 bar panjang (piercing candle/bullish candle). Secara teknikal digambarkan ini indikasi bullish. Cukup mendukung grafik batang di huruf A. Namun tetap hati-hati, kita perhatikan selanjutnya.;

C)      Pada huruf C terlihat ada satu kotak kosong, dan ulasan berwarna biru. Ini adalah resistensi kuat yang harus ditutup segera jika bullish candle (huruf B) valid.

D)     Garis kuning huruf D adalah garis resistensi yang menunjukkan posisi bearish kuat dengan tahanan juga di titik C. Tahanan ini menjadikan posisi/level IHSG 6900-7000 adalah krucial dan dapat mengubah sentimen pasar yang bearish menjadi normal.

E)      Grafik E adalah tampilan MACD, dengan grafik jauh di bawah nol menunjukkan pasar masih sangat bearish. Secara teknikal dengan grafik ini belum menunjukkan potensi “bottom” yang sesungguhnya. Pasar masih mungkin menguji resistensi di C dan D /kembali profit taking dan melakukan test support terakhir IHSG di 5500. Untuk mengetahui kekuatan pasar maka posisi C dan D semestinya ditutup terlebih dahulu (segera). Penutupan ini akan membalikkan investor yang sedang menunggu untuk masuk pasar.

Kesimpulan:

  • Secara umum pasar masih bearish (downtrend) dengan indikasi pembalikan (bullish reversal)
  •  Pasar masih menunggu prospek ekonomi fundamental atau isue terkait politik. IHSG rentan dengan isue politis.
  • Kebijakan ekonomi seperti repatriasi ekspor dll masih dilihat efektifitasnya ke depan.
  • Titik C dan D menjadi poin penting bagi investor menilai pergerakan ke depan.

 

 

Berikut grafik pergerakan IHSG.




 

 

Senin, 16 Februari 2026

 



Gambar di atas adalah pergerakan harian dari saham CPRO. Saham ini bergerak dalam bidang sensitif pangan, dimiliki oleh investor asing yang bergerak dalam bidang pangan. Pemain besar di sini adalah Foreign investor dan tentu Domestic investor. Namun dari pemantauan sejak bulan Agustus 2025 hingga saat ini tampak investor asing melakukan jual dan investor domestik beli. Tentunya para retail mengikuti dan terpantau sebagai "domestic". Secara teknikal saham ini bergerak di atas rata-rata jauhnya (garis biru). Potensi saat ini terjadi akumulasi, bagi investor domestik yang sedang koleksi tentunya menunggu saat kapan terjadinya rebound, perkiraan saya tinggal tunggu waktu. Warna pink adalah target cuci-cuci stock yang penting diperhatikan oleh domestik investor. Secara volume saham ini telah banyak diakumulasi pada harga sangat murah di bawah 60-an perak, sehingga dengan modal sedemikian para pemain besar tentu ingin mengembalikan modal beli semurah mungkin, short dengan memakai momentum pasar yang saat ini sedang ramai dengan berbagai isu. Tapi, apakah dia sensitif terhadap isu ? Mungkin tetapi saham ini nggak masuk dalam radar MSCI. Apalagi dimasukkan ke dalam kategori penggerak pasar, sehingga ini adalah permen pasar saja untuk para retail/ perhatikan saja grafiknya baik-baik. Ketika dikasih kesempatan beli di bawah, segera akumulasi , jangan ikut-ikutan jual murah ya. jangan FOMO ! :) 

Saham BBCA

 



Grafik di atas adalah pergerakan dari harga saham Bank Central Asia di Bursa Efek Indonesia. Pergerakan harian dari saham ini sebagaimana di atas terlihat pelemahan yang signifikan, dari puncak terakhir beberapa waktu yang lalu (warna pink) dan terbentuk doji atas. Disusul dengan candle merah hingga saat ini. Alarm awal sudah terlihat dengan terbentuknya doji di puncak dengan kemudian disusul satu candle merah, menandakan para seller/bear memenangkan posisi tersebut. Dan hingga hari ini, terakhir diperdagangkan BBCA telah mencapai harga 7200-an/lembar. Secara teknikal telah terbentuk lower low dan higher high, dengan demikian dari grafik harian terbukti BBCA adalah bearish. Apa yang perlu dilakukan menurut pelaku pasar (umumnya adalah menunggu rebound untuk kembali menjual pada kisaran pada harga yang sesuai (lihat warna pink). Untuk trader, bisa koleksi dengan target pendek, sementara investor jangka panjang sepertinya mesti menahan diri dulu hingga terlihat adanya potensi rebound jangka panjang (yang belum kelihatan sampai dengan tulisan ini).
Saham ini bagus, tetapi lebih bagus lagi kalau dia menghasilkan tidak hanya deviden tetapi juga apresiasi harga bagi para investornya. Salam sukses, tetap disiplin, always flow with the market.